Adertisement

Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Mudik dengan Nitrogen - Tips mudik aman 2017

Tips mudik aman 2017- Mudik bagi masyarakat sudah menjadi tradisi mengunjungi sanak famili menyongsong Hari Raya Idul Fitri.

Setiap tahunnya jumlah pemudik semakin bertambah, termasuk pemudik menggunakan sarana kendaraan pribadi. Jika mudik menggunakan mobil, persiapan terpenting yang harus dilakukan adalah mengecek kondisi ban. Ban yang bagus bukan pada tampilan fisiknya saja, tapi juga tekanan anginnya. 

Menurut Poedyo Santosa, merupakan instruktur senior Indonesia Road Safety (Irsa) menyarankan kepada calon pemudik untuk mengisi ban dengan Gas Nitogen (N) bukan mengisi dengan angin biasa. Gas Nitrogen bersifat ramah lingkungan, selain itu Nitrogen juga banyak memiliki kelebihan.

ban isi nitrogen

Keuntungan ban menggunakan gas nitrogen:

1. Tekanan ban menjadi stabil dan lebih awet.
2. Lebih baik dalam daya cengkram dan kinerja ban.
3. bahan bakar jadi hemat, kenapa bisa hemat karena tekanannya akurat dan meringankan beban kerja mesin tentunya.
4. Usia ban lebih lama.
5. Lebih safety riding, karena terjaga stabilitas tekanannya.
6. Oksidasi pada karet ban tidak berkurang.
7. Tidak membantu menimbulkan perkaratan, sehingga sangat aman velg yang terbuat dar bahan besi.
8. Ramah lingkungan, sulit terbakar, dan tidak menimbulkan bau.
9. Tekanan stabil terhadap suhu sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan akibat ban yang pecah. 

Dan masih ada keuntungan lainnya, menurut Poedyo, kalau sudah isi ban dengan gas nitrogen tidak perlu rutin dicek pun tidak masalah karena tekanannya sudah aman terjaga. Bila ingin dicek lakukan maksimal satu bulan sekali. Sedangkan untuk ban yang diisi dengan angin sebaiknya agar untuk periksa dua mingguan sekali.

Demikian tip mudik aman 2017, keuntungan ban dengan nitrogen semoga membantu mudik aman tahun ini kamu semua.

3 Permasalahan Yang Menyebabkan Motor Mendadak Mati

Apakah motor mimin kerap mendadak mati saat mesin panas? itu artinya proses pengapian di ruang bakar tidak berjalan sempurna atau bahkan hilang. aduh ogut sok tau ya. tapi ndak apalah buat pengalaman kita bersama... Yuk kita simak beberapa ulasan sebagai berikut.. “Bicara soal pengapian, bukan hanya pada busi saja tetapi juga komponen lain yang juga berperan dalam proses tersebut. Ada tiga komponen yaitu busi, koil, dan CDI,” agar lebih efisien dalam waktu dan ongkos pengerjaan, sebaiknya mengetahui komponen mana dari ketiga komponen tersebut yang bermasalah. “Kita bisa mengetahui dari gejala-gejala yang ada. Masing-masing komponen yang bermasalah memiliki gejala yang berbeda,” Lantas seperti apa gejala tersebut? Bagaimana cara memperbaiki atau mengatasi masalah tersebut? Berikut tipsnya : 1. Busi Pada umumnya, sepeda motor yang businya telah aus atau bermasalah akan mati mendadak kala putaran mesin rendah atau saat melaju dalam kecepatan rendah. Saat dinyalakan mesin lama sekali hidup. “Atau bisa hidup dan kemudian mati lagi dan begitu berulang-ulang. Hal itu dikarenakan logam yang ada di dalam busi sudah tidak sensitif menghantarkan arus listrik dan diubah menjadi titik api,” Gejala lain juga kerap ditemui adalah saat laju kendaraan konstan mesin tetap stabil. Namun, di saat tuas gas ditarik untuk meningkatkan kecepatan, tiba-tiba mesin mbrebet atau berpotensi mati. Bahkan, pada kasus-kasus tertentu timbul suara ledakan dari knalpot. Bila menemui gejala seperti itu, sebaiknya Anda mengecek kondisi busi. Caranya, lepas busi dari dudukan dan biarnya kabel busi masih tersambung di ujung busi. Setelah itu tempelkan kepala busi di badan mesin dan starter mesin. Amati dengan seksama, adakah percikan api yang berasal dari kepala api saat mesin dihidupkan? Bila tidak berarti busi telah aus atau bermasalah, sehingga wajib diganti. Sebaliknya, bila ternyata api dari busi masih normal, maka beralih ke koil dan CDI. 2. Koil Komponen ini berfungsi untuk untuk menaikkan voltage dari aki atau baterai kering. Berkat koil tegangan listrik dapat dinaikkan dan pembakaran di ruang bakar mesin lebih sempurna. Gejala yang kerap ditemui pada koil mirip dengan permasalahan di busi, yaitu mesin tersendat atau sulit sekali dihidupkan. Berbeda dengan busi yang bermasalah yang kadang menimbulkan suara ledakan di knalpot, koil tidak. Hal itu dikarenakan fungsi koil yang berperan sebagai pendokrak tegangan arus listrik dari aki. Cara mengecek komponen ini masih baik atau tidak sama seperti pengecekan busi, yaitu tempelkan kabel koil ke badan mesin lantas starter mesin. Bila terdapat percikan api jangan buru-buru menyimpulkan koil masih bagus. Masih harus dicek ulang dengan memasang busi, bila ternyata tidak ada percikan api berarti koil telah loyo dan tidak berfungsi optimal. "Karena fungsi koil untuk memperbesar arus listrik kan? Kalau ternyata arus di busi tidak ada yang komponen itu berarti tidak berfungsi lagi," Namun, bila ternyata busi dank oil masih tokcer, maka perhatian Anda harus berganti ke CDI. 3. CDI Beberapa gejala Capasitor Discharge Ignition (CDI) yang rusak mirip dengan busi atau koil yang bermasalah. Mesin tiba-tiba tersendat dan mati. Saat dinyalakan mesin cepat hidup namun setelah mesin panas kembali mati. Pasalnya, CDI yang berperan dalam mengatur timing pengapian dari proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar mesin tidak berfungsi optimal. “Tetapi khusus masalah CDI ini harus dilihat cermat, apakah motor yang bersangkutan sudah mengalami modifikasi mesin yaitu ditingkatkan kompresinya. Bila iya, apakah CDI-nya masih standar atau racing?,” bila motor yang telah mengalami ubahan yaitu peningkatan kompresi mesin maka wajib mengganti CDI atau paling tidak menggeser kurva pengapian dengan menggeser pulser jika menggunakan CDI standar. “Karena kalau tidak, akan terus mengalami gejala-gejala mesin mbrebet atau sering mati, karena tidak ada kesesuaian antara timing pengapian dan kompresi tinggi,” Terlebih, pada umumnya pengapian standar dari sepeda motor yang bersangkutan tidak sesuai dengan karakteristik mesin. Dan biasanya para pembalap menggunakan CDI programmable yang kurva pengapiannya dapat diatur melalui program komputer untuk menyesuaikan semburan tenaga dari mesin. Cara untuk memperbaiki agak rumit. Sehingga disarankan untuk membawanya ke bengkel atau menggantinya. Satu hal yang patut diingat, penyebab sepeda motor mogok memang bermacam-macam. Namun, dalam kondisi normal dan yang paling kerap menjadi penyebab utama kendaraan roda dua itu mogok adalah ketiga komponen ini. Semoga Bermanfaat ya bro n sist

Cara Bore Up Shogun SP 125 | Bore UP | Stroke UP | Shogun SP (125) | Cara meningkatkan permofoma Shogun

  • Shogun 125 dibore up buat drag tapi aman buat harian? Wah ini susah
    ngejawabnya. Buat ikutan drag itu berarti mesin diset untuk jarak
    tertentu (201 m). Untuk drag bike resmi misalnya maka agar maksimal spek
    ubahan pun tergolong ekstrem. Prinsip ini jauh berbeda dengan motor
    harian yang seringnya hanya bisa mengeksplorasi performa mesin di rpm
    bawah dan tengah.

    Lain cerita jika peruntukkan buat harian tapi performa hebat setidaknya tak jauh tertinggal ketimbang pacuan drag.

    Eh, by the way, Shogun 125 dibore up berarti kapasitas tembus 130 cc.
    Sebagai info, panjang langkah Shogun 125 adalah 55,2 mm. Buat contoh,
    jika dipasang seher oversize 150 saja yang berarti seher berdiameter 55
    mm, maka kapasitas isi silinder menjadi 131 cc. Masalahnya, cc sebesar
    itu sudah melewati regulasi Kelas Bebek 4 Tak 125 cc di lomba dragbike,
    yakni mentok di 130 cc? Parahnya, jika untuk kapasitas lebih dari itu,
    motor bebek hanya bisa berlomba di Kelas FFA 4 Tak s/d 250cc! Kecuali
    kalau ada pembukaan kelas lomba baru macam Kelas Bebek 4 Tak FFA s/d
    200cc macam drag di Yogya atau Kelas Bebek 4 Tak Tune Up s/d 155cc macam
    drag di Gresik.
    Tentu lain cerita jika drag yang sobat maksud adalah bali alias balap liar.

    So, jika itu yang dimau, saran OP gunakan piston Suzuki Thunder 125.
    Diameternya 57 mm, Sob. Itu artinya kapasitas mesin Shogun 125 Sobat
    menjadi 141,4 cc! Keuntungan gunakan seher Thunder 125 ada pada ukuran
    pen piston, sama persis dengan Shogun 125 yakni 14 mm. Jadi aplikasinya
    gak merepotkan.

    Hanya saja untuk memasangnya, ada beberapa hal yang harus
    diperhatikan agar overbore sukses. Pertama, boring Shogun 125 mesti
    diganti. Itu karena diameter luar boring cuman 60,5 mm. Begitu dimasuki
    piston Thunder 125, ketebalan boring tinggal sekitar 1,75 mm.

    Angka ketebalan liner segitu R2 sebut terlalu rawan buat motor
    harian. Seher gampang muai, bisa-bisa rawan macet. Sebaiknya sih minimal
    ketebalannya 2 mm. Tetapi memang beberapa mekanik mengaku berani
    menerapkan kolter hingga liner tersisa 1,5 mm. Pilihannya tentu kembali
    ke diri sobat.

    Langsung main kolter sih bisa-bisa saja. Namun karena sisanya
    sebegitu tipis, sobat mesti yakin mekanik kolter penggarap bisa
    melakukan tugasnya dengan baik.

    Oh ya, seher plus ring plus pen seher Thunder 125 bisa ditebus dengan
    duit Rp 245.200. Sedangkan jika sobat melakukan ganti boring biayanya
    berkisar Rp 100.000.

    Eh selain seher Thunder ada pilihan lain yakni menggunakan piston
    aftermarket dari Daytona khusus buat Shogun, Smash, hingga Shogun 125
    tersedia piston bore up 58 mm. Lengkap dengan paking dihargai Rp
    300.000. Kalau mau, kontak langsung Daytona Nagata, Jl. Pasar Kembang
    84B, Surabaya (hari Minggu buka), telepon (031)71411362 – 71612023.
    Tentu saja untuk piston Daytona ini liner standar yang tersisa makin
    tipis, tinggal 1,25 mm!
    Soal urusan klep, ini tergantung dari tujuan sobat. Kalau mau mengejar power di rpm atas memang paling sip ukuran klep digedein.

    Begini, setelah bore up hingga 140 cc. Maka yang terasa di mesin
    adalah tenaga putaran bawah makin menggila. Tetapi ini sekaligus membuat
    napas mesin pendek. Itu karena terlalu cepatnya mesin bergasing ke rpm
    lebih tinggi.

    Selain itu kecepatan gas menjadi terlalu besar karena perbandingan
    ukuran luasan klep masuk dibanding luasan seher. Dengan teknologi
    pasokan bahan bakar karburator, hal ini jadi masalah besar. Sebab bahan
    bakar bakal sulit mengabut dan suplainya terganggu.

    Karena efek-efek negatifnya tadi maka faktor lain terutama di kepala
    silinder harus diselaraskan. Untuk sekadar harian sih, penerapan seher
    Thunder 125 cukup dilayani klep standar yang punya spek exhaust 21 mm
    dan intake 25 mm.

    Begitu ketemu jalur rada panjang, maka bakal terasa sekali napas
    mesin habis di putaran tinggi. Karena itu mau tak mau, klep wajib
    dibesarkan diameternya. Setidaknya klep kombinasi 28/23 mm bisa jadi
    pilihan.

    Pilihan klep itu banyak di pasaran. Sobat bisa gunakan produk
    aftermarket dari merek DTN yang dilego Rp 110 ribu, Daytona yang Rp 150
    ribu, TK sekitar Rp 275 ribu, TDR Rp 250 ribu. Selain aftermarket ada
    juga kanibalan dari Honda Sonic yang berspek 28/24 mm, yang ini dihargai
    sekitar Rp 200 ribu. Atau pasang comotan CS-1 dengan spek 28/24 seharga
    Rp 120 ribu.

    Menerapkan klep gede sekaligus membesarkan volume dan luasan ruang
    bakar yang memperbaiki kinerja mesin terutama di putaran tinggi. Tentu
    saja ini diikuti dengan ubah durasi kem agar lebih lama demi napas mesin
    lebih panjang. Kuncinya adalah penataan kompresi.
    Masih berhubungan dengan hal ini pegas klep wajib ganti minimal dengan bawaan Shogun 110.

    Sedang untuk karburator pilihannya adalah Keihin PE 28 atau lebih
    dikenal dengan karburator NSR SP, harganya sekitar Rp 600 ribu.

    Soal urusan setting spuyer, ini tergantung ubahan yang telah
    dilakukan. Namun sebagai contoh, jika pasang seher Thunder 125 dengan
    spek klep masih standar maka spuyer pilot berada di kisaran 42,5
    sedangkan main jet berkisar 115.
    • Final Gear

    Urusan final gear atau perbandingan gigi akhir sekali lagi
    berhubungan erat dengan ubahan yang dilakukan. Sekali lagi untuk contoh
    jika mesin dipasangi seher Thunder 125 dengan klep standar maka final
    gear boleh saja menggunakan standar. Itu karena rasio gigi Shogun 125
    tergolong berat. Terutama gigi ke-4 yang ngedrop banget.

    Namun untuk keperluan jalur relatif panjang, gir depan boleh
    dikecilkan 1 mata atau jika di gir belakang bisa turun hingga 2 mata.
    Singkatnya final gear dibikin lebih berat.
    • Pengapian (CDI or Coil)

    Koil standar masih oke buat mesin bore up. Kalau pengin dahsyat boleh
    pasang koil YZ yang berharga di kisaran Rp 500 ribu. Sementara soal CDI
    pilihannya beragam, jika harga jadi patokan maka untuk rentang Rp 350
    ribu, sobat bisa gunakan CDI dari BRT tipe Hyperband atau XP. Sedang
    jika ada budget lebih boleh gunakan CDI Rextor yang diecer Rp 500 ribu.
    Selamat Mencoba  !!!!

New Consep Modifikasi | Contes Cutting Sticker | Cutting Sticker

Memang Modifikasi sangatlah di gemari oleh kalang remaja maupun orang tua. Karena motor jadi lebih menarik dan ngejreng saat di buat jalan jalan maupun ikut kontes. Dengan adanya Cutting Sticker motor atau mobil kita akan berpenampilan beda dengan milik orang laen :D
Ga usah basa basi langsung saja lihat gambar Cutting Sticker berikut ini :D



Uploaded with ImageShack.us



Uploaded with ImageShack.us



Uploaded with ImageShack.us



Uploaded with ImageShack.us



Uploaded with ImageShack.us



Uploaded with ImageShack.us



Uploaded with ImageShack.us



Uploaded with ImageShack.us



Uploaded with ImageShack.us



Uploaded with ImageShack.us



Uploaded with ImageShack.us

Cutting Stiker | XS Cutting Sticker | XS Cutting Art | Cutting Buat Kontes | Modifikasi Motor | Contoh Cutting Sticker | Sample Cutting buat Kontes

Berikut ini Gambar Modifikasi Cutting yang sangatlah bagus dan menawan :)


News Consep X.S Cutting Sticker | Cutting Sticker Motor Mobil | Modifikasi Motor | Consep Motor Contes | Contest Only

Berikut adalah beberapa semple dari X.S Cutting Sticker ( Mas Exsan )







Trik Menghemat BBM | Cara menghemat BBM | Hemat BBM | Hemat BBM saat Harga BBM naek

Disini saya akan memberi informasi Cara menghemat BBM saat BBM naek. Supaya lebih jelas mungkin gambar ini bisa membantu  yg pasti sih jika reservoir tank diisi =>
1. Pake air = torsi nambah speed turun, tanjakanpun dilahap gigi 3 keatas
2. Pake alkohol/methanol = tengah-tengah, tapi mesin halus + adem
3. Pake premium/pertamax = performa atas bawah bagus tp reservoir tank cepet habis.
Dari kesemuanya itu, yg pasti lebih irit karena karbu dibikin laen, untuk matik karbu bisa disetel standard. Selain matik kalo setelan karbu standard/boros ya silakan aja, ditanggung susah ganti gigi karen rpm naik sendiri ( bukti bahwa sistem ini bisa bekerja ).
Kelemahan = nunggu knalpot panas baru kerasa manpaatnya....
Mohon maaf kalo trik ane terlalu singkat :D

System Pengapian Mobil | Pengapian Mobil

Dalam sebuah mesin terutama kendaraan bermotor ber-BBM, sistem pengapian mutlak adanya agar mesin dapat menghasilkan tenaga untuk berjalan, jika tidak ada pengapian, otomatis mesin tidak akan menyala. Sistem pengapian ini dibuat untuk melakukan proses pembakaran BBM didalam ruang bakar mesin yang kemudian akan dirubah menjadi sebuah tenaga atau daya dorong mesin untuk menjalankan kendaraan tersebut. 

Parts umum yang terkait dengan sistem pengapian kendaraan yang dikenal awam itu adalah seperti , Baterai (Aki), Kunci Kontak, Kabel Busi, Busi (spark plug), koil, Platina dan CDI, namun untuk mobil dikenal juga parts distributor yang bertugas membagi pengapian pada tiap silinder mesin.
Jadi bila ada masalah yang berhubungan dengan sistem pengapian, hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan mengecek kondisi parts tersebut.

Sistem pengapian pada kendaraan itu sendiri dikenal ada 2 jenis berdasarkan parts pengatur dan pemicu pengapiannya, yaitu :

1. Pengapian Sistem Platina (Konvensional)
Pengapian jenis ini adalah yang pertama kali diterapkan dalam kendaraan bermotor yang ada. Komponen platina ini berfungsi untuk mengatur dan memicu terjadinya pengapian yang kemudian akan tersalurkan ke koil agar busi mampu memercikan api untuk membakar BBM dengan sempurna sesuai putaran mesin.

Saat platina bekerja, arus akan mengalir dan menuju kumparan primer koil, sehingga menciptakan arus listrik dari medan magnet di sekitar kumparan sekunder. Begitu pula bila platina tidak bekerja, arus listrik secara otomatis akan terputus. Piranti platina memiliki kelemahan utama pada titik kontak atau contact point. Ini karena pemutus arus mekanis yang akan aus, bergantung lamanya pemakaian.
Jadi platina dalam sistem pengapian standar kendaraan adalah kontak poin (contact point) yang berfungsi sebagai penyulut (trigger) koil, Sehingga mesin dapat menyala dengan baik dengan tenaga yang maksimal.

2. Pengapian Sistem CDI (Capacitor Discharge Ignition)
Pengapian dengan sistem ini lebih ke arah pengapian yang diatur secara elektrik oleh satu part yang dinamakan CDI (Capacitor Discharge Ignition).

Parts CDI secara umum adalah sebuah alat yang mampu mengatur dan menghasilkan energi listrik yang sangat baik di seluruh rentang putaran mesin (RPM), mulai dari putaran rendah pada saat start sampai sangat tinggi pada saat kendaraan dipacu sangat kencang.

Jadi kurang lebih CDI ini mempunyai tugas yang sama halnya seperti platina, tetapi CDI bekerja dengan modul komponen elektrik yang menjadikannya lebih tahan lama dari Platina, karena tidak akan mengalami keausan.

“Kalau pada sistem pengapian konvensional mengalami gangguan biasanya bisa di stel dari platina secara manual sedangkan pada pengapian yang menggunakan CDI hanya bisa dilakukan pengecekan kondisi saja, bila mengalami kerusakan sebaiknya diganti bukan direkondisi” ujar Dandi dari Bhinneka Motor.

Modif Yamaha Jupiter-Z, 2004 | Drag Modifikasi | Drag Luck | Korek Harian Jupiter Z | Cutting Sticker


Khusus main 15 ribuan. Itu bahasa gaul anak balap liar. Kalau diterjemahkan, artinya khusus melayani taruhan Rp 15 jutaan. Jadi, kalau tidak berani, enggak usah menantang. Mundur aje!

Itu angka minimal taruhan menggunakan Yamaha Jupiter-Z korekan Bambang ini. Dia pemilik bengkel Putra Raja Sport (PRS) di Jl. Raya Pondok Gede No. 3 Bekasi.

Untuk meningkatkan power mesin, sudah pasti langkah bore up dan stroke  up ditempuh. Di Yamaha Jupiter-Z milik antok ini, Bambang memasang seher kepunyaan Kawasaki Eliminator.

Diameter seher motor asli keluaran Thailand ini dipilih yang punya ukuran 66 mm. Bambang kemudian memadukan dengan naik stroke agar jadi square. Artinya diameter seher dan langkah sehernya tidak jauh berbeda alias sama.     

Antok yang tinggal di Jakara Timur itu juga setuju dengan konsep ini. Bro yang tidak tanggung menyerahkan 2 motor,  salah satunya Jupiter Z ini, manut saja. Yang penting motornya kencang.

Agar mesin jadi square, stroke atau langkah piston yang asalnya 54 mm dibuat jadi 66 mm. Geberan Asep Bajaj ini, untuk naik stroke dipadukan dengan setang seher punya Yamaha RX-King.

Dipilih pakai yang punya motor 2-tak, karena ukuran pen bawah lebih kecil. Diameter pen hanya  20 mm. “Kadang setang seher gonti-ganti antara setang piston Force 1 atau RX-King. Tinggal disesuaikan sedikit," akunya.
Dengan aplikasi seher 66 mm dan stroke 66, bisa dihitung. Kapasitas silindernya kini naik jadi 225 cc. Namun supaya pas, Bambang yang beken disapa Tolet ini harus mengganjal blok silinder dengan paking aluminium setebal 7 mm.

Karena kapasitas silinder juga bengkak, suplai gas bakarnya harus melimpah-ruah. Tolet percaya menggunakan katup EE yang diameter payung klep isapnya 31 mm. 

Termasuk kem sebagai pengatur buka-tutup aliran gas bakar diatur ulang.  Meski pakai standar namun diubah. Klep isap dibuat membuka 25 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) dan menutup 60 derajat setelah TMB (Titik Mati Bawah).

Sedangkan klep out diseting membuka pada 55 derajat sebelum TMB  dan menutup 30 derajat setelah TMA. Jadi, durasi klep isap dan buang sama-sama 265 derajat. 

Untuk karburatornya,  mekanik kalem ini tetap mengandalkan karbu standar Jupiter-Z. Namun harus dilakukan reamer. Termasuk skepnya, mengandalkan milik Honda GL-Pro. Asalnya skep 19 mm kini jadi 24 mm.

Untuk bermain di trek panjang, rasio dilakukan penggantian pada gigi 1, 2, dan 4.  Gigi 1 13/36, gigi 2 26/27 dan gigi 4  20/24. Sproket depan-belakang fleksibel sesuai trek.

Hasilnya terbukti, racikan Tolet mampu menang berkali-kali di trek lurus malam hari. Kalau dihitung, sudah banyak hasilnya. Enggak hanya di wilayah Jabodetabek saja, bahkan sampai luar Jabodetabek. “Rata-rata main di atas 15 ribuan," bisik Tolet yang singkatan dari Ngentholet, seperti nama pemain dari Srimulat.

Itu yang membuat jadi terkenal. Bahkan enggak hanya dari wilayah Bekasi saja, dari Bandung rela ngantri buat korek mesin motor di bengkel yang tak jauh dari Mall Pondok Gede ini.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Vee Ruber 50/90-17
Ban Belakang : Vee Ruber 60/80-17
Pelek : TDR 140x17
Knalpot : AHM Thailand

Modif Yamaha Nouvo-Z | Drag Modifikasi | Yamaha Nouvo Drag | Drag Style

Bagi yang kerap nongkrong di arena trek lurus. Sudah tidak aneh lagi dengan drag race. Disini saya akan membagi info tentang Draag race.

Mengejar tarikan yahud dan mumpuni, perlu main bore up. Kapasitas silinder mesti dinaikkan lagi. Piston asli diganti dengan milik Honda Tiger standar yang punya diameter 63,5 mm.

Kelebihan dari piston milik Tiger ini serba tebal. Sehingga cukup kuat dan tahan lama. Cocok dipakai untuk menghemat kocek. Karena untuk turun di kelas matic sampai dengan 200 cc, kalau hanya mengandalkan bore up masih kurang. Aksi naik stroke juga kudu dimainkan.

Untuk naik stroke, menggunakan pen stroke 3 mm produk Thailand. Jadi, total langkahnya mengalami kenaikan 6 mm. Setang piston juga kena ganti agar lebih kuat dari produk Thailand. Jika stroke asli bawaan Nouvo-Z 57,9 mm tinggal ditambah 6 mm. Maka totalnya jadi 63,9 mm.

Jadi, kapasitas silindernya jika dihitung dengan rumus volume silinder akan ketemu 202,3 cc. Melewati kapasitas 200 cc. Melanggar regulasi nih. Kalau ikut balap resmi bisa kena diskualifikasi.

Tinggal diikuti suplai gas bakar yang besar. Untuk klep atau pengatur buka-tutup gas bakar, diambil yang berlogo EE 5 kemudian dicustom. Katup isap jadi 33 mm dan buang 28 mm. Sudah dihitung sesuai rumus dalam penggunaan klep.
 
Knalpot handmade dan karbu KOSO 33
Buka-tutup klep diatur ulang. Katanya menggunakan durasi 274 derajat untuk klep isap. Sedangkan klep buangnya membuka 281 derajat.

Ubahan pun berlanjut pada sistem pengapian. Guna menghasilkan percikan api yang besar, diterapkan koil dari Yamaha YZ125. Ditambah dengan pemasangan magnet dan CDI milik dari Yamaha Fino.Hasilnya, dalam ajang trek lempeng balap resmi pun bisa diandalkan. Katanya pernah tembus 8,3 detik di kelas campuran. Bener nih bro?

DATA MODIFIKASI
Pelek : Akront
Ban depan : Eat My Dust 45/90-17
Ban belakang : HUT 60/80-17
Cakram : DBS
Sok depan : Top Secret
 

News Desain Cutting Sticker | Sample Cutting Sticker Contes Motor

Berikut ini adalah News Desain Cutting Sticker | Sample Cutting  Sticker Contes Motor Part 2.













 Semoga dapat menginspirasi anda dalam memodifikasi motor :D

News Consep Cutting Sticker | News Desain Cutting Sticker | Cutting Sticker Contes Motor

News Consep Cutting Sticker Untuk Contes Motor Part 1. Berikut ini adalah sample Cutting Stickernya :

















 
Support : MY BLOG
Copyright © 2011. Sikipli Online - All Rights Reserved
Modify by SikipliOnline
Proudly powered by Blogger