Home » , » Cara Bore Up Shogun SP 125 | Bore UP | Stroke UP | Shogun SP (125) | Cara meningkatkan permofoma Shogun

Cara Bore Up Shogun SP 125 | Bore UP | Stroke UP | Shogun SP (125) | Cara meningkatkan permofoma Shogun

  • Shogun 125 dibore up buat drag tapi aman buat harian? Wah ini susah
    ngejawabnya. Buat ikutan drag itu berarti mesin diset untuk jarak
    tertentu (201 m). Untuk drag bike resmi misalnya maka agar maksimal spek
    ubahan pun tergolong ekstrem. Prinsip ini jauh berbeda dengan motor
    harian yang seringnya hanya bisa mengeksplorasi performa mesin di rpm
    bawah dan tengah.

    Lain cerita jika peruntukkan buat harian tapi performa hebat setidaknya tak jauh tertinggal ketimbang pacuan drag.

    Eh, by the way, Shogun 125 dibore up berarti kapasitas tembus 130 cc.
    Sebagai info, panjang langkah Shogun 125 adalah 55,2 mm. Buat contoh,
    jika dipasang seher oversize 150 saja yang berarti seher berdiameter 55
    mm, maka kapasitas isi silinder menjadi 131 cc. Masalahnya, cc sebesar
    itu sudah melewati regulasi Kelas Bebek 4 Tak 125 cc di lomba dragbike,
    yakni mentok di 130 cc? Parahnya, jika untuk kapasitas lebih dari itu,
    motor bebek hanya bisa berlomba di Kelas FFA 4 Tak s/d 250cc! Kecuali
    kalau ada pembukaan kelas lomba baru macam Kelas Bebek 4 Tak FFA s/d
    200cc macam drag di Yogya atau Kelas Bebek 4 Tak Tune Up s/d 155cc macam
    drag di Gresik.
    Tentu lain cerita jika drag yang sobat maksud adalah bali alias balap liar.

    So, jika itu yang dimau, saran OP gunakan piston Suzuki Thunder 125.
    Diameternya 57 mm, Sob. Itu artinya kapasitas mesin Shogun 125 Sobat
    menjadi 141,4 cc! Keuntungan gunakan seher Thunder 125 ada pada ukuran
    pen piston, sama persis dengan Shogun 125 yakni 14 mm. Jadi aplikasinya
    gak merepotkan.

    Hanya saja untuk memasangnya, ada beberapa hal yang harus
    diperhatikan agar overbore sukses. Pertama, boring Shogun 125 mesti
    diganti. Itu karena diameter luar boring cuman 60,5 mm. Begitu dimasuki
    piston Thunder 125, ketebalan boring tinggal sekitar 1,75 mm.

    Angka ketebalan liner segitu R2 sebut terlalu rawan buat motor
    harian. Seher gampang muai, bisa-bisa rawan macet. Sebaiknya sih minimal
    ketebalannya 2 mm. Tetapi memang beberapa mekanik mengaku berani
    menerapkan kolter hingga liner tersisa 1,5 mm. Pilihannya tentu kembali
    ke diri sobat.

    Langsung main kolter sih bisa-bisa saja. Namun karena sisanya
    sebegitu tipis, sobat mesti yakin mekanik kolter penggarap bisa
    melakukan tugasnya dengan baik.

    Oh ya, seher plus ring plus pen seher Thunder 125 bisa ditebus dengan
    duit Rp 245.200. Sedangkan jika sobat melakukan ganti boring biayanya
    berkisar Rp 100.000.

    Eh selain seher Thunder ada pilihan lain yakni menggunakan piston
    aftermarket dari Daytona khusus buat Shogun, Smash, hingga Shogun 125
    tersedia piston bore up 58 mm. Lengkap dengan paking dihargai Rp
    300.000. Kalau mau, kontak langsung Daytona Nagata, Jl. Pasar Kembang
    84B, Surabaya (hari Minggu buka), telepon (031)71411362 – 71612023.
    Tentu saja untuk piston Daytona ini liner standar yang tersisa makin
    tipis, tinggal 1,25 mm!
    Soal urusan klep, ini tergantung dari tujuan sobat. Kalau mau mengejar power di rpm atas memang paling sip ukuran klep digedein.

    Begini, setelah bore up hingga 140 cc. Maka yang terasa di mesin
    adalah tenaga putaran bawah makin menggila. Tetapi ini sekaligus membuat
    napas mesin pendek. Itu karena terlalu cepatnya mesin bergasing ke rpm
    lebih tinggi.

    Selain itu kecepatan gas menjadi terlalu besar karena perbandingan
    ukuran luasan klep masuk dibanding luasan seher. Dengan teknologi
    pasokan bahan bakar karburator, hal ini jadi masalah besar. Sebab bahan
    bakar bakal sulit mengabut dan suplainya terganggu.

    Karena efek-efek negatifnya tadi maka faktor lain terutama di kepala
    silinder harus diselaraskan. Untuk sekadar harian sih, penerapan seher
    Thunder 125 cukup dilayani klep standar yang punya spek exhaust 21 mm
    dan intake 25 mm.

    Begitu ketemu jalur rada panjang, maka bakal terasa sekali napas
    mesin habis di putaran tinggi. Karena itu mau tak mau, klep wajib
    dibesarkan diameternya. Setidaknya klep kombinasi 28/23 mm bisa jadi
    pilihan.

    Pilihan klep itu banyak di pasaran. Sobat bisa gunakan produk
    aftermarket dari merek DTN yang dilego Rp 110 ribu, Daytona yang Rp 150
    ribu, TK sekitar Rp 275 ribu, TDR Rp 250 ribu. Selain aftermarket ada
    juga kanibalan dari Honda Sonic yang berspek 28/24 mm, yang ini dihargai
    sekitar Rp 200 ribu. Atau pasang comotan CS-1 dengan spek 28/24 seharga
    Rp 120 ribu.

    Menerapkan klep gede sekaligus membesarkan volume dan luasan ruang
    bakar yang memperbaiki kinerja mesin terutama di putaran tinggi. Tentu
    saja ini diikuti dengan ubah durasi kem agar lebih lama demi napas mesin
    lebih panjang. Kuncinya adalah penataan kompresi.
    Masih berhubungan dengan hal ini pegas klep wajib ganti minimal dengan bawaan Shogun 110.

    Sedang untuk karburator pilihannya adalah Keihin PE 28 atau lebih
    dikenal dengan karburator NSR SP, harganya sekitar Rp 600 ribu.

    Soal urusan setting spuyer, ini tergantung ubahan yang telah
    dilakukan. Namun sebagai contoh, jika pasang seher Thunder 125 dengan
    spek klep masih standar maka spuyer pilot berada di kisaran 42,5
    sedangkan main jet berkisar 115.
    • Final Gear

    Urusan final gear atau perbandingan gigi akhir sekali lagi
    berhubungan erat dengan ubahan yang dilakukan. Sekali lagi untuk contoh
    jika mesin dipasangi seher Thunder 125 dengan klep standar maka final
    gear boleh saja menggunakan standar. Itu karena rasio gigi Shogun 125
    tergolong berat. Terutama gigi ke-4 yang ngedrop banget.

    Namun untuk keperluan jalur relatif panjang, gir depan boleh
    dikecilkan 1 mata atau jika di gir belakang bisa turun hingga 2 mata.
    Singkatnya final gear dibikin lebih berat.
    • Pengapian (CDI or Coil)

    Koil standar masih oke buat mesin bore up. Kalau pengin dahsyat boleh
    pasang koil YZ yang berharga di kisaran Rp 500 ribu. Sementara soal CDI
    pilihannya beragam, jika harga jadi patokan maka untuk rentang Rp 350
    ribu, sobat bisa gunakan CDI dari BRT tipe Hyperband atau XP. Sedang
    jika ada budget lebih boleh gunakan CDI Rextor yang diecer Rp 500 ribu.
    Selamat Mencoba  !!!!
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

0 comments:

Post a Comment

 
Support : MY BLOG
Copyright © 2011. Sikipli Online - All Rights Reserved
Modify by SikipliOnline
Proudly powered by Blogger